
Mengawali hidup di kota kecil, Jeuram-Nagan Raya, Aceh. Sempat mengeyam pendidikan di Fakultas Tarbiyah-IAIN Ar Raniry, Banda Aceh. Berkecimpung di Pos Bantuan Hukum dan HAM, ANFREL Thailand, YPS Meulaboh, Koran ACEH KITA, Koran Investigasi. Kemudian hijrah ke Bandung dan bergiat di MQS Publishing: MQTV Building, Lt. III, Jl. Gegerkalong Girang Baru No. 11, Bandung- Jawa Barat.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Kata Mereka Tentang Zulfikar Akbar
----------------------------------------------------------------------------------------------
- Ketika generasi sekarang sangat berfikir logis dan kritis untuk mencari tahu begitu banyak fenomena, namun saya percaya yang dituliskan rekan Zulfikar Akbar itu (lebih banyak) merupakan kearifan lokal yang tidak sederhana. Banyak yang bersifat holistik dan tidak mudah dicerna nalar sederhana. (Kusmayanto Kadiman; Mantan Menristek/ Mantan Rektor ITB)
- Ia memiliki potensi dan gaya penulisan essai yang saya yakini tidak kalah dengan Gunawan Muhammad (Firman Seponada, Korlip LTV-Lampung).
- Bang Zul memiliki kemampuan menulis cerita yang di mata saya mirip Habiburrahman el Shirazy. Menyampaikan pesan positif tetapi kita tidak merasa digurui (Santy Novaria, Blogger Perempuan).
- Saya yakin ia bisa menjadi figur yang tak kalah dengan Kahlil Gibran (H.T Noviann Nukman, Pegiat LSM Aceh).
- Ia penulis yang menerapkan prinsip praktis, efektif, efisien, singkat padat jelas tegas (Sehat Ihsan Shadiqin, Kompasianer, Penulis Aceh, Dosen IAIN Ar-Raniry)